Kemarin saja

Kemarin ada sedikit yang mengganjal sebenarnya. Saya putuskan untuk jalan-jalan saja seperti biasanya. Luntang-lantung dan akhirnya nyangkut lagi warung mie ayam, Saya makan dengan lahap, ditambah sambel 5 sendok. Mungkin, itu cukup mengobati hal kurang baik yang saya alami. Perut saya mungkin nagih jika mendengar tentang kepedasan, perut yang sok kuat ini mungkin suatu saat nanti akan rapuh juga. Atau mungkin sekarang sudah rapuh, Cuma saya tidak merasakannya saja.
http://www.smileycodes.info


Ketika pulang, hanya sedikit mengurangi beban pikiran yang saya alami. Tetapi, beruntung saya masih bisa seuri/mesem/senyum. Malam hari sekitar jam 9 malam. Saya mulai mengambil berkas-berkas saya. Dengan satu sampai dua menit memandang ke arahnya dengan penuh harapan. Berharap besoknya ada keajaiban, supaya bisa registrasi ulang. Tetapi,  dipastikan tidak sepertinya. Karena, sudah dirundingkan dengan orang rumah. Dan hasilnya belum bisa blablablablabla belum bisa blablablabla. Ok deh nggak apa-apa. Karena tidak bisa tidur, saya putar film bergenre sedih, yang pernah saya tonton sebelumnya.  Dengan harapan, bisa lupa akan hal yang kurang baik ini. Jam 11 mencoba memaksakan untuk tidur, seperti biasa pasang murrotal di musik player hp Sony ericsson g502.

Subuhnya saya bangun,dan ternyata masih terbayang dikepala soal registrasi ulang itu. “Kau selalu ada didalam kepalaku wahai permasalahan”. Segitu terobsesinya kah saya tentang *tiiittttt* sensor. Ah, tadinya saya mau melupakan keinginan saya itu. Tapi, bagaimana lagi. Sudah melekat dengan darah. Apapun yang terjadi, kapanpun itu, saya harus bisa mewujudkannya. Yoshh!!
Jam 8 pagi tadi saya minum 3 gelas air bening, dilanjut mandi, solat duha. Setelah keren maksimal. Saya buka netbook untuk menulis ini.

Jya ne. http://www.smileycodes.info


Read More »

Tentang ngobrol

Akhir-akhir ini saya jarang ngobrol, dan itu ternyata tidak enak sama sekali. Mau ngobrol dengan orang rumah suka tidak nyambung, malah selalu bertolak belakang ketika membahas sesuatu hal yang menurut saya pembahasannya menarik dan menyenangkan. Itu yang membuat saya males ngobrol. Tetapi saya butuh!.
Mau ngobrol dengan teman, takut mengganggu aktifitasnya. Pada akhirnya, tidak jadi lagi, dan lagi.
Sekali kali paling saya suka main ke rumah si Lain, itu pun satu bulan sekali, atau 2 bulan sekali, tergantung juga sih, atau lari ke secapa. Untungnya dia tidak seperti orang lain kebanyakan, dia beda karena tomboinya maksimum. Jadi ngobrol dengan dia tidak kagok sama sekali.

Rasanya ngobrol itu lepas, selepas lepasnya. Dada terasa longgar,  menyenangkan!. Itu lah enaknya ngobrol, meski tema ngobrolnya tidak terlalu jelas, tetapi jika ada yang mendengarkan dan menanggapi dengan baik, itu cukup mengapresiasi. Di luar itu, saya suka chatting dengan beberapa teman di fb, ataupun di media sosial lain, ada juga beberapa yang menarik dan menanggapi dengan baik, ada juga yang tidak, mungkin situasi dan kondisinya kali ya?! dan rasanya berbeda jika dibandingkan berbicara secara langsung.
Ngobrol dan sharing pada teman mungkin membuat hati seseorang menjadi lebih mencair. Yang saya butuhkan saat ini adalah di dengarkan.
Jika angin bisa berbicara dan mendengar, saya akan bercerita kepadanya bahwa saya sedang bahagia, bahwa saya sedang sedih, bahwa saya sedang rindu, bahwa saya merasa senang jika didengarkan. Mungkin angin akan menghantarkan ke seseorang disana yang mau mendengarkan ocehan saya.  Dan saya butuh itu untuk saat ini..... Hahaha..

Sedang turun hujan, mari hujan-hujanan.

Published with Blogger-droid v2.0.10
Read More »