Tentang ngobrol

Akhir-akhir ini saya jarang ngobrol, dan itu ternyata tidak enak sama sekali. Mau ngobrol dengan orang rumah suka tidak nyambung, malah selalu bertolak belakang ketika membahas sesuatu hal yang menurut saya pembahasannya menarik dan menyenangkan. Itu yang membuat saya males ngobrol. Tetapi saya butuh!.
Mau ngobrol dengan teman, takut mengganggu aktifitasnya. Pada akhirnya, tidak jadi lagi, dan lagi.
Sekali kali paling saya suka main ke rumah si Lain, itu pun satu bulan sekali, atau 2 bulan sekali, tergantung juga sih, atau lari ke secapa. Untungnya dia tidak seperti orang lain kebanyakan, dia beda karena tomboinya maksimum. Jadi ngobrol dengan dia tidak kagok sama sekali.

Rasanya ngobrol itu lepas, selepas lepasnya. Dada terasa longgar,  menyenangkan!. Itu lah enaknya ngobrol, meski tema ngobrolnya tidak terlalu jelas, tetapi jika ada yang mendengarkan dan menanggapi dengan baik, itu cukup mengapresiasi. Di luar itu, saya suka chatting dengan beberapa teman di fb, ataupun di media sosial lain, ada juga beberapa yang menarik dan menanggapi dengan baik, ada juga yang tidak, mungkin situasi dan kondisinya kali ya?! dan rasanya berbeda jika dibandingkan berbicara secara langsung.
Ngobrol dan sharing pada teman mungkin membuat hati seseorang menjadi lebih mencair. Yang saya butuhkan saat ini adalah di dengarkan.
Jika angin bisa berbicara dan mendengar, saya akan bercerita kepadanya bahwa saya sedang bahagia, bahwa saya sedang sedih, bahwa saya sedang rindu, bahwa saya merasa senang jika didengarkan. Mungkin angin akan menghantarkan ke seseorang disana yang mau mendengarkan ocehan saya.  Dan saya butuh itu untuk saat ini..... Hahaha..

Sedang turun hujan, mari hujan-hujanan.

Published with Blogger-droid v2.0.10

1 komentar:

  1. Hihihi.. Sama,, saya jga suka bercerita. Tentang apa saja...
    Tpi trkdang, diam jga menyenangkan.. :D

    ReplyDelete