Cermin


Assalamu'alaikum

Saya kenal dengan seorang sahabat karib yang baik. Kehidupannya cukup beragam dan sangat kurang ketika dilihat dari segi sosial dan dari pandangan setiap orang. Dia pernah berniat untuk diam jika ada yang mencemoohnya atau memarahinya. Dia berkata itu karena kakaknya. Sehingga dengan sendirinya dia memang selalu diam karena sudah berniat untuk diam.
Ketika smp dia memang aktif dan berprestasi  dia selalu ingin tahu dan tak segan untuk bertanya. Ketika ada yang mencemoohnya terkadang dia juga berani menegur dengan tegas. Tetapi ketika niatan dia untuk diam setelah beberapa masalah yang dia hadapi, dan ketika di sekolah Sma dia pun hanya menjadi siswa biasa yang datar, dia juga bukan seorang perokok, nilainya pun biasa saja karena tidak cukup aktif .  Dia mempunyai cita-cita yang tinggi cukup tinggi, tetapi seolah hal itu terbungkus awan hitam yang menyelimutinya dan dia susah untuk melihat arah.

Sehingga pada suatu waktu, ketika pelaksanaan ujian nasional, dia tidak lulus, dan harus mengulang kembali ujian nasional dikesempatan yang ke dua, yaitu satu bulan setelah ujian nasional pertama diumumkan. Dia memang sangat terpukul dengan hasilnya, itu berbeda jauh ketika dia masih berseragam putih biru yang penuh dengan prestasi. Dia menangis ketika menyampaikan kabar buruk itu kepada orang rumah. Dan dia tidak berani untuk keluar rumah maupun keluar kamar. Memang butuh waktu sendiri untuk merenung dan alhamdulillah didalam keterpurukannya itu, dia bisa bangkit kembali karena masih ada kesempatan. Sejak itu dia rajin belajar kembali. Dan ketika mengulang kembali satu bulan setelahnya, alhamdulillah dia lulus, dan dia sangat mensyukururinya. Ujiannya tidak sampai disitu saja. Ketika lulus sekolah dia mulai kembali dengan sebuah kegagalan yaitu kegagalan dalam mengikuti tes masuk kerja. Dia terus dan terus mencoba, dan ternyata dia belum bisa mendapatkan jodoh pekerjaan. Dia pun sempat kerja ditempat pengisian air minum yang hanya sekitar satu minggu, dia juga suka membantu ayahnya ketika disawah. Setahun berlalu dia pun masih belum mendapatkan pekerjaan. Dia pun selalu bercerita kepada saya tentang keluhannya itu. Setelah itu dia berfikir ingin mencoba mengikuti tes masuk universitas, akhirnya dengan modal pas pasan dia nekat mencoba mengikuti tes masuk universitas negeri diluar kota. Dan siapa sangka dia lulus masuk dan berhak mendapatkan sebuah kursi di universitas tersebut.  Setelah melihat berita itu dia memberitahukan ke orang rumah/keluarganya. Dan saat itu dia mulai diuji kembali, dia tidak bisa mengambil jatah kursi itu, dikarenakan keluarganya tidak mempunyai cukup uang untuk bisa membiayai dirinya untuk masuk universitas tersebut. Kala itu dia memang harus menarik nafas panjang dan tersenyum dibalik hati yang menangis. Dia pun melanjutkan pencarian jodoh kerjanya. Dia pernah berkata kepada saya seperti ini . Saya harus membalikkan kegagalan yang saya alami di waktu dulu dan harus merubahnya menjadi sebuah keberhasilan dimasa depan atau dimasanya nanti. Harus!!.

Saya sangat senang sekali bercengkarama dengan sahabat saya ini dia selalu berbagi keluh kesahnya setiap saat, dia juga selalu ada untuk saya, dan dia selalu ada dan hadir ketika saya sedang bercermin didepan kaca kamar saya.

Wassalamu'alaikum.

Published with Blogger-droid v2.0.6

6 komentar:

  1. wew, suatu saat dia pasti akan berhasil.
    aku turut berdoa untuk keberhasilannya...

    ReplyDelete
  2. Amin, semoga di berhasil dan dapat yang terbaik. Cobaan yang didapatkan olehnya sangat berat, tapi dia teguh. Semoga kita selalu bersyukur telah apa yang kita dapatkan, masih banyak orang yang kurang beruntung =)

    ReplyDelete
  3. orang berhasil itu karena banyak bertemu dengan kegagalan dan dia bisa coba untuk MOVE ON dan melewatinya :)

    ReplyDelete
  4. cuma mau menyampaikan, musiknya di matiin aja ya qq, gk konsen bacanya :D

    ReplyDelete
  5. suka dengan semangatnya... karena manusia sisanya cuma itu saja..... kalau ga semangat sepinter apapun juga sia sia jadinya... salam buat temannya...

    ReplyDelete