Indonesia Masih Ketergantungan dengan Rokok

Assalamu'alaikum

Kali ini saya akan bahas kembali tentang rokok,  sebelumnya saya juga pernah memposting tema yang sama, cuma yang sebelumnya saya hanya menceritakan sebuah video tentang rokok, dan kali ini saya akan bahas  lebih luas lagi. Ketika tadi pagi mengunjungi website VOA (Voice of America) Indonesia saya menemukan beberapa postingan yang menarik, dan ada satu postingan yang cukup menarik perhatian saya, postingannya berjudul Perokok di Bawah Umur 10 tahun di Indonesia Capai 239.000 orang dan postingan ini masih baru ditulis pada Rabu, 20 Juni 2012 Waktu Washington, DC: 02:51   Melihat judulnya saja saja saya sudah merasa wah dengan angka 239.000, bukan wah karena bangga, tetapi karena prihatin sekali.

Kalo berbicara tentang rokok mungkin tidak akan ada habisnya, masalah tentang rokok seolah hilang di Indonesia dan seolah terlupakan. Pemerintah Indonesia doyan menumpuk permasalahan yang belum selesai.    Belum selesai dengan permasalahan yang satu, malah loncat ke permasalahan yang lain, akibatnya terbengkalai.  Orang yang sedang berbisnis rokok mungkin akan sibuk dengan kegiatannya itu dan orang yang menentang dan mengkampanyekan tentang bahaya rokok pasti terus berkampanye demi memperjuangkan haknya, tetapi lebih tepatnya hak setiap manusia yang ingin sehat dari bahaya asap rokok itu sendiri. Meski yang saya tahu hal tersebut saling berkaitan tetapi tidak saling memperdulikan. Dan mungkin diantara kalian  juga yang sedang membaca postingan ini adalah seorang perokok??

Sumber gambar dari sini
Di zaman sekarang rokok sangat mudah sekali ditemukan, bahkan mungkin cenderung terlalu mudah. Rokok pun sudah menjalar ke perkampungan-perkampungan kecil. Mungkin di perkampungan sendiri identik  dengan yang namanya ketidaktahuan, ada beberapa orang yang sangat awam dan tidak tahu sama sekali terhadap bahaya rokok, karena sangat minim sekali informasi yang masuk. Saya juga lahir dari perkampungan biasa, saya tahu akan satu hal bahwa dari beberapa orang di perkampungan saya  jarang sekali melihat sesuatu  dari mana atau apa yang mereka rasakan dan konsumsi , selama itu masih enak untuk di konsumsi dan dirasa menurut mereka masih nyaman, selama itulah mereka akan terus dan terus mengkonsumsi terhadap hal tersebut, mungkin masih sangat wajar ketika yang mereka konsumi suatu barang, makanan atau apapun itu yang masih berguna,menyehatkan dan baik bagi diri mereka. Tetapi  permasalahannya kalo udah sangat terikat sama yang namanya rokok??!  Dan sangat tidak aneh jika untuk sekarang ini anak anak dibawah 18 tahun bisa dengan mudah menghisap sana sini. OK deh kita kenalan dulu sama yang namanya rokok ini.


Apa itu rokok?
Semua orang mungkin sudah pernah lihat dan mungkin sudah sangat tahu dan secara umumnya rokok adalah sebuah  gulungan kertas, yang didalamnya disisipkan daun daun tembakau yang sudah diolah, satu bungkus rokok di bungkus dengan berbalut kertas dan juga plastik berbetuk kotak, dan di luar kemasan satu bungkus rokok sudah terpampang juga peringatan tentang bahaya akan rokok itu sendiri contohnya bisa menyebabkan kangker, paru-paru, gangguan janin dan lain-lain.  Tetapi itu hanya sebuah pajangan atau pemanis sesaat saja. Karena si perokok mungkin tidak tertarik untuk melihat hal itu, lalu masih perlukah label larangan merokok itu masih terpasang di sebuah brand rokok.??? Saya rasa itu sangat percuma dan tidak akan merubah apapun.

Jenis-Jenis rokok
Ada  beberapa jenis rokok rokok yang saya ketahui yaitu MILD sama KRETEK.
- Rokok jenis MILD cenderung  berbentuk kecil
- Sedangkan rokok jenis KRETEK  biasanya ukurannya sedikit agak besar kira-kira ukurannya sama dengan jari kelingking orang dewasa.

Penyebaran rokok.
Dimanapun dan kapankun kita berada pasti ada saja rokok dimana mana. Dan tidak heran kalo di Indonesia sendiri penyebaran rokok sangat pesat bahkan sampai ke pelosok plosok. Rokok bisa sangat mudah kita dapatkan mulai dari pusat perbelanjaan, pasar, dan tenda-tenda kecil/warung-warung yang sering terlihat disamping jalan, dan tukang asongan. Dan yang paling ironisnya di Indonesia rokok bisa sangat mudah diperjualbelikan perbatangan yang harga perbatangnya berkisar antara dari Rp.500 – Rp.1000. Saya tahu harga rokok bukan berarti saya seorang perokok, ataupun dianggap sebagai pengusaha warung, tetapi  pernah seorang teman nitip dibelikan beberapa batang rokok ketika saya mau membeli sesuatu ke warung :D

Sekarang kita bahas iklan. Untuk iklan rokok yang saya tahu kebanyakan dikeluarkan pada malam hari, dan ada beberapa iklan rokok juga yang sesekali nongol dipagi, siang dan sore hari. Menurut saya, para pembuat iklan ini cukup lihai untuk memanipulasi brand rokok yang mereka iklankan. Bahkan pesan dari iklan sebuah merk rokok bisa dibuat wahhh dan sangat menarik sekali, padahal jauh sekali dari fungsi rokok itu sendiri. Iklannya bisa berisi gambaran seperti : rokok itu lelaki, rokok itu seksi, rokok itu sebuah petualangan, rokok itu sebuah kebebasan, rokok itu sebuah tantangan, rokok itu persahabatan, rokok itu sejati dan masih banyak  yang lainnya. Yapp yang mereka iklankan hanyalah emosi saja.

Tidak hanya di iklankan di media elektronik saja, bahkan iklan rokok sekarang bisa terlihat di media cetak, kita bisalihat pilar-pilar dan baliho disamping-samping jalan raya, diatas jembatan tol, diatas warung yang tujuannya hanya satu supaya orang-orang bisa dengan mudah mengingat nama rokok. Dan menurut saya itu adalah racun yang mempengaruhi fikiran.

Menghentikan industri rokok memang sangat mustahil ibarat kata mendorong kendaraan yang berton ton beratnya. Kehidupan kita sudah berhasil dibuat ketergantungan oleh industri rokok. Kita tahu sebagian besar warga Indonesia cenderung  dan fanatik dengan yang namanya  olahraga sepak bola dan tentunya rokok, sampai-sampai timnas pun secara resmi di sponsori oleh brand rokok ternama. Bahkan tidak sedikit artis, penyanyi-penyanyi, dalam dan maupun luar negeri yang mengadakan konser di Indonesia dan  dibayar dengan uang rokok. Dan tidak berhenti sampai disitu bahkan sekarang sudah terjun merambah ke dunia pendidikan juga, yaitu beberapa brand rokok sudah membuat program tentang sebuah beasiswa bagi calon-calon pelajar dan mahasiswa/mahasiswi yang berprestasi dan lagi-lagi dibiayai dengan uang rokok. Ok mungkin itu dari sisi positifnya, tapi apakah akan sebanding dengan sisi negatifnya yang akan mempengaruhi kesehatan warga negara kita yang penduduknya kurang lebih mencapai 240 juta jiwa.


Kenapa bisa sangat mudah mengkonsumsi rokok?

Ada beberapa faktor menurut saya kenapa seseorang bisa mengkonsumsi rokok  :

1.Tekanan dari teman sendiri
Saya pernah bahkan sering ditawari rokok oleh teman saya. Tapi entah kenapa dari kecil sampai sekarang saya tidak tertarik mengkonsumsi rokok. Mungkin kalian juga terutama laki-laki nih pernah dipaksa untuk mengkonsumsi rokok. Tekanan dan pemaksaan yang saya tahu dan yang pernah saya alami yaitu berupa  ejekan ejekan. Pernah seorang teman berkata seperti ini. “ Nih rokok, masa udah gede enggak ngerokok, ” dan masih banyak lagi ejekan-ejekan yang terlontar meski saya tahu ejekan-ejekan itu hanya dalam konteks bercanda. Sepele memang, tetapi dampaknya sangat fatal.

2.keadaan keluarga yang kurang harmonis
Orang yang broken home cenderung ingin diperhatikan, bahkan mereka bisa membuat ulah yang tujuannya hanya ingin diperhatikan. Setiap orang ingin hidup dengan keluarga yang harmonis dan bahagia tentunya. Tetapi ada keadaan dibeberapa keluarga yang kurang harmonis yang keadaan rumah cenderung membosankan, sesama sodara tidak akur, orang tua yang sering beradu mulut dengan nada yang cukup keras. Dan ujung-ujungnya seseorang akan mencari ketenangan diluar rumah, dan  jika stresnya memuncak biasanya dia memikirkan jalan menuju ketenangan yang instan. Dan disinilah mereka akan sangat terpengaruh dengan pergaulannya dan teman-temannya, mungkin tidak hanya rokok bahkan mungkin bisa sampai meminum-minuman keras dan narkoba.

3.Ataupun ada salah satu bagian keluarga juga yang seorang perokok.
Pernah tidak melihat seorang perokok yang sedang merokok dan terlihat kesakitan, pasti enggak kan?. Dan biasanya orang yang sedang merokok itu terlihat begitu nikmat menghisap rokoknya, tetapi sakitnya dibagi-bagi hehe. Kalian juga mungkin pernah lihat salah satu keluarga kalian yang merokok, Nah itu yang menjadi ketertarikan sebagian orang untuk merokok. Yaitu ekspresi kesenangan dan kenikmatan ketika merokok yang menipu dan menjebak.

4.Atau mungkin bisa juga karena rasa penasaran yang tinggi
Dilingkungan kalian atau  semua teman kalian seorang perokok, dan pastinya ada sebagian orang malu karena teman-teman, rekan kerja, teman organsasi semuanya perokok. Nah disinilah seseorang akan berfirkir tentang rokok dan penasaran seperti apa rokok, bagaimana rasanya menghisap rokok. 


Anak kecil sudah bisa merokok??
Seseorang balita ataupun anak kecil cenderung masih sangat lugu dan juga masih dalam proses pertumbuhan dan ketika mereka melihat sesuatu yang ada didepan mereka si anak ini cenderung ingin meniru tingkah laku orang yang ada di depannya. Anak kecil memang tidak bisa disalahkan, dan mereka bergantung sekali pada lingkungan sekitar beserta orang-orang terdekatnya. Pernahkah kalian mengalami ilustrasi seperti gambar dibawah ini. Saya yakin ada dibeberapa perokok disekitar kalian, ataupun juga kalian sendiri pernah mengalami hal serupa seperti gambar dibawah ini.              
Saya sarankan untuk seorang perokok kalo mau ngerokok tengok kanan kiri dulu, atau yang lebih baiknya kalian ngerokok didalam air :P hehehe      

Sumber gambar dari sini

Lalu dampak rokok bagi kesehatan??
Nih kalo soal kesehatan saya enggak jago, dan bukan ahlinya. Yang saya tahu dari beberapa penyuluhan dulu waktu saya sekolah dan memang sangat umum rokok itu akan merusak paru-paru, merusak gigi dan merusak janin dalam kandungan. Tetapi ketika saya cari tahu lagi di internet, saya menemukan beberapa artikel lain tentang bahaya rokok, yaitu : Rokok menghambat pertumbuhan, dan merokok, bisa cepat tua dan mati

Siapa target industri rokok?
Yang pastinya orang yang suka menghisap rokok, dan yang saya tahu rokok itu hanya boleh dikonsumsi dari umur 18+.

Sumber gambar dari video yang saya capture  

Saya menemukan video bagus di youtube yang diunggah oleh jantungindosesia pada tanggal 1 Desember 2011, ada beberapa poin penting yang saya dapat dari video ini salah satunya ini : Yang diatas itu adalah Bapak Masli beliau mengajar periklanan disebuah universitas di Indonesia, dan sebelum-sebelumnya beliau pernah bekerja di sebuah perusahaan rokok terbesar yang pemiliknya dari Amerika, dan perusahaan itu sekarang sudah sangat sukses di Indonesia. Didalam video ini Bapak Masli menuturkan bahwa "Targetnya kala itu adalah kaum muda, yang resmi dari umur 18 tahun ke atas dan yang tidak resmi dari umur 14 tahun ke atas".  Saya juga agak sedik kaget mendengarnya, tapi melihat keadaan Indonesia yang seperti ini memang sangat lumrah. Bahkan untuk sekarang saja banyak perokok yang dibawah umur14 tahun. Jika kalian ingin lihat videonya, silahkan klik disini


Lalu baigamana solusinya??
Ini solusi berdasarkan pendapat  saya aja ok :). 
  •  Hal pertama pemerintah segera menetapkan Undang-Undang tentang Nikotin  adalah zat adiktif, semua orang tahu bahkan anak smp sudah tahu bahwa zat adiktif itu zat yang jika di konsumsi bisa menimbulkan ketagihan.
  • Usahakan memberikan informasi tentang bahaya rokok, tidak hanya ke sekolah  kampus-kampus, instansi-instansi, tetapi  usahakan beberapa bulan sekali memberikan penyuluhan, seminar gratis di kampung kampung.
  • Rokok yang djual haruslah perbungkus, dan harus dihargai dengan nilai tinggi yaitu sekitar RP.200.000/bungkus.+
  • Setiap orang yang memberikan/menjual rokok kepada anak dibawa umur 18 tahun, dikenakan sanksi yang tegas.
  • Setiap sekolah, kampus-kampus, instansi-instansi  mewajibkan memasang gambar berikut dibeberapa titik tempat, begitu juga tempat-tempat umum.

Sumber gambar dari sini

  • Yang  terakhir yaitu niat dari dalam hati yang paling dalam untuk tidak merokok, untuk menghentikan mengkonsumsi rokok.

Rokok adalah pembunuh diam-diam yang mematikan.  Jadi selagi masih ada kesempatan untuk tidak merokok dan berhenti merokok kenapa tidak dimulai harini juga. Saat ini juga!!!

Wassalamu'alaikum.

152 komentar:

  1. Wa'alaykumussalam, kang.
    subhanalloh. pembahasan ini keren. bisa dijadikan seminar kang :p
    memang benar, rokok itu adalah salah satu permasalahan yang tidak ada habisnya untuk dibahas. Ketegasan dan bisnis baru selain penjualan rokok bisa jadi solusi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia nyaeta teh :D untung abi teu ngarokok. hehe

      Delete
    2. itu salah satu cara akang menghormati istri dan anak-anak akang (:
      mereka bisa jadi perokok pasif lho kalau akang ngerokok juga :P

      Delete
    3. Alesanna sae teh. (: abi resep.

      Delete
    4. alhamdulillah atuh..
      kin ke Kotak cerita Abdi nya.. ada postingan terbaru tapi ieu nuju ngantosan uploadanna

      Delete
  2. Alhamdulillah untung saya tidak merokok :D

    salam kenal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga bukan seorang perokok. :D

      salamkenal juga :D

      Delete
    2. Artikelnya bagus mas, tadi saya juga lihatin kebeberapa adik saya :)

      Delete
  3. hihihi..ada pepatah ngeles bilang gini, klo merokok yg menyebabkan kematian itu adalah "merokok DAPAT", klo "merokok BELI", aman kang ;p

    terkadang dilema juga, mau ga mau kita hrs mengakui berapa bnyk karyawan indonesia yg bekerja pd pabrik rokok, dgn kata lain, rokok juga turut mengurangi pengangguran, meski lbh banyak lg manusiia indonesia yg terbunuh krn efek negatif yg ditimbulkan. jd menurut kang asep sendiri gmn?? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia bener banget,ketika banyak karyawan yang bekerja di industri rokok dilain pihak ada beberapa orang yang teracuni dirinya oleh rokok, ibaratnya bom waktu. Bisa meninggal kapan saja :D ^^hehe

      Delete
  4. info bgus bang :D
    tp sayangna sdikit org yg sadr ma bhya2na,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia bener, kata sadar itu. Eh apa sadar, apa pura-pura nggak sadar? #eh hehe

      Delete
    2. ya piptipipti lah :D
      biasa ,, masyarkat labil,, antara bner sdar ma pra2 ga sdar ,,

      Delete
    3. Berarti masyarakat Indonesia itu labil ya? hehe

      Delete
    4. kurang lebih seperti itulh bang :D

      Delete
    5. Sip semoga bang naldi juga nggak ngerokok (:

      Delete
  5. Good job sep.. :D
    agree sekalii,, cause i dont like cigarettes very much,,

    ReplyDelete
  6. ga nyangka itu angka perokok di bawah usia 10 taun bisa sebanyak itu :( miris sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup betul sekali san, aku juga miris :((

      Delete
  7. indonesia masih ketergantungan rokok = indonesia masih membutuhkan racun,,,ironi,

    ReplyDelete
  8. Saya sudah lama gak mau merokok. Menyeramkan. Gak enak. Dan bodoh rasanya, mengisap asap hanya untuk dikeluarkan kembali. Cuih!

    *maap kalo saya kasar*
    *curahan hati orang yang pernah merokok*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tidak terulang untuk saya ya mas :D hehe

      tenang tenang hehe

      Delete
  9. Bener kata mas Asop, ngerokok itu nggak enak, nggak tahu deh kenapa ayah saya betah banget ngerokok, 2 orang kakak saya pun sama. Salam kenal gan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe untung enggak ngerokok ya? :D

      salam kenal juga :D

      Delete
  10. yang miris itu yaa anak kecil yang udah merokok, balita tapi merokoknya kuat banget, tapi katanya sih sekarang udah berhenti itupun susah sekali. rokok sudah jadi industri jadi kalau ditiadakan pasti ujung2nya pada ga setuju karna banyak yang di PHK, padahal masalah pekerjaan sih ya sebenarnya bisa2nya pemerintah aja untuk menyediakan lapangan pekerjaan lain. oh iya satu lagi, saya denger orang2 yang punya pabrik rokok ga merokok tuh :-s

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia bener susah kali. Dan mnurutku balita yang berasil sembuh, belum tentu ketika udah besar belum tentu mengulangi hal yang sama, dikarenakan merasa udah besar, dan faktor lingkungan juga :D

      Delete
  11. Alhamdulillah aku ga merokok...

    tapi sering dapat bau asap rokok hikz..

    ReplyDelete
  12. komprehensive nih membahas rokoknya... betul yang paling benar kalau mau merokok lihat lihat tempatnya deh.. tidak baik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku enggak tahu mas apa arti komprehensive hehe

      Delete
    2. *Datang sok jadi pahlawan*

      Komprehensif = comprehensive = Mendalam :D

      Delete
    3. Horeee terima kasih pahlawan ^^

      Delete
  13. aku mau jujur sep...
    aku juga ngerokok...
    enak rasanya...
    pake gary chocolatos...
    :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga ngerokok, cuma rokoknya nggak pak tembakau, krtas, busa dan lain-lain :P

      Delete
  14. Rokokk???!!! NO Way!
    Paling kesel kalau ada orang ngerokok. Meski dia itu masku sendiri. Tapi untungnya dia termasuk org yang pengertian. Smoking area hanya di kamar dan tempat kerja dia. Ke kamarku nggak pernah. :D

    Pengen bgt ngilangin kebiasaan buruknya perihal merokok. Doakan dapat hidayah haha,,, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dong, aku juga . Masukin ke panti rehabilitasi aja Vin :))

      Delete
    2. Hm..., ya kayaknya masku nggak mau tuh... eh btw..tulisannya bagus. :) nggak bingung bacanya. sip!

      Delete
    3. Paksa aja vin ehehe..
      Masaaa? makasih ^^>

      Delete
  15. tulisan yang menarik dan sangat mengena Sep...
    yang pasti, pemerintah harus semakin meningkatkan sosialisasi terhadap bahaya merokok bagi kesehatan, terlebih bahayanya bagi perokok pasif/second smoker. AKan lebih baik dan mujarab juga jika para perokok pasif, misalnya nih, orang-orang yang sedang menunggu bis kota, bukan perokok, harus berani menegur orang yang seenaknya saja merokok disampingnya. Harus berani mengingatkan si perokok bahwa dia berada di tempat umum, dan orang-orang di sekitar dia terganggu dengan asap rokoknya.

    Memang sih tidak semua orang berani bersikap begitu. Takut si perokoknya malah marah. Tapi kalo kita tidak memberanikan diri, kapan lagi? Emangnya kita rela kesehatan kita terganggu oleh ulah orang lain?

    semoga artikel ini nangkring manis di VOA ya Sep! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak, sebenarnya yang diceritain mbak itu udah ada di tv juga di iklan layanan masyarakat, terus pernah denger juga di beberapa rado tentang hal itu. hehe

      Amiinnn InsyaAllah ^^

      Delete
  16. Wahh panjang sekali, artkelnya brmanfaat sekali. Salam knal

    ReplyDelete
  17. Aduh.. kok sya ngikut merinding yah,.. padahal ga ngikut rokoknya --"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama nih sekaligus prihatin juga ^^ makasih udah mampir

      Delete
    2. hehe.. :D
      kalo mampir insya Allah selalu kang, kalo ga ntar kualat lagi, kan situ dah mampir duluan :)

      Delete
  18. Ahahahaha.. aku paling sering berantem sama perokok di angkot, abisan suka ngeyel, padahal ud dibilangin baek-baek, malah bilang, "Kalau nggak mau kena asap rokok, sana naek taksi, Mbak." Naeh deh darah ogut ke ubun-ubun, langsung aja aku bilang, "Kebalik, Pak. Bapak yang kalau mau ngerokok jangan di angkot. Kan udah diatur perda dan pergub. Hak saya untuk nggak ngisep asap rokok itu dilindungi hukum, Pak!"
    Ya ribut-ribut gitu deh, bodo amat :D
    Nice post, Sep. Awas hati-hati di-copas orang nih kalau posting bagus gini ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe bagus mbak, harus begitu. Mereka itu tidak tahu jadi begitu hehe

      Delete
  19. wow... info bagus niih... aku jga pernah liat videonya dari temen. jahat banget ya industri rokok. =__=

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih. ia bener jahat (jantan dan hangat) hehe ^^

      Delete
  20. kyaaa ulasan yang lengkap. cuman mau kasih jargon ajah deh
    matikan rokokmu~ atau rokok mematikanmu~

    ReplyDelete
  21. Wa'alaikunsalam...kang :)

    gue juga benci banget tuh ame asap rokok, alhamdulillah aba Harun udeh berenti konsumsi rokok ^_^

    ReplyDelete
  22. saya bukan perokok !! tapiii di sekitar saya banyak perokok !! huhuhu T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Larang dong mbak, jangan segan. Trkadang ada juga perokok yang mengerti tentang keadaan, dan nggak sedikit juga yang suka ngeyel.

      Delete
  23. selain dengan asapnya, indonesia masih ketergantungan ma pendapatan pajaknya *miris*

    tulisannya kereen sep ^^d

    owh iya, kemaren ada status temen, dia cerita ketemu ma bapak2 di warung makan, tuh bapak mesan makan nasi bungkus dengan lauk seadanya banget, harga cuma 5000, si temen udah simpati ma bapak inih, eh setelah urusan nasi bungkusnya selesai itu bapak nyodorin duit lagi buat beli rokok 17.000, tiga kali lipat dr harga nasi buat makannya, temen aye langsung *gdubrak (_ _")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh ada-ada aja gubrag banget teh Uci ^_^'

      Delete
  24. Assalamu'alaykum...

    lama jg ni sy gk kesini..., smg sehat selalu yaa Aamiin..

    Ulasanx lengkap banget bro..., sy mantan perokok berat hmpr 7 thn sy merokok..! gila kan...!, tp Alhamdulillah dah tobat.. *smile

    bisa dikata org2 yg ngerokok itu berpura2 buta huruf tp tdk berpura2 buta hati/gk pny perasaan..,

    berpura2 buta huruf cz sdh jelas bs membaca peringatan bahaya rokok yg tertera pd bungkus rokok, tp tetap aja cuek.

    tdk berpura2 buta hati/gk pny perasaan cz sdh tau rokok itu berbaya msh aja membahayakan diri sendiri dan org lain..!

    happy bloging....

    ReplyDelete
  25. Wa'alaikumsalam... Amin ya Allah ^^ Alhamdulillah sekarang udah enggak ngrokok lagi ya? :))

    ReplyDelete
  26. kok jadi pengen muntah ya liat gambar nya itu mas,
    ngeri banget..
    memang harus membangun kesadaran diri sendiri nih..!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia bener mas. Ngerii...
      Laksanakan mas hehe

      Delete
  27. hheh saya benci bau rokok, siapapun itu yg merokok, yah wlpun kadang bingung nasehatin org yg ngerokok. Krna saudra sndiri masih. Nasehatin baik2 dan terus menrus sampe mati.hehe

    ReplyDelete
  28. hadeuhhh,, bacana meuni asa kmh qtu,,, -___-
    mnta pabrikna ditutup moal mungkin,,,
    nu jelas kesadaran dari pribadi masing",,,
    udah tau rokok itu racun yang membunuh secara perlahan kenapa juga mesti dihisap,,,
    penyakit ungkul,,, >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panjang tuing nya? hehe...
      hehe bener teu sadar sadar nya teh :D

      Delete
  29. Yang tak tahu malah tak takut ya sama bahaya rokok :)

    ReplyDelete
  30. Keluarga saya [ayah, adik, suami] untungnya juga terbebas dari rokok. :D

    Keren pembahasannya..

    ReplyDelete
  31. Ini masalah global emang.
    Kalau gini terus, bisa habis ank-ank bangsa yang jadi addicted sama rokok.
    Belum kerja, ngabisin uang jajan doang.

    Ada lagi semboyan temen sy tiap sudah makan.
    "gak ngerokok sehabis makan itu rasanya hambar, lebih enakan rokok daripada air"
    ckckckkc

    Sy pernah merokok hanya untuk coba rasanya.
    Suka sih, tapi otak sy terlalu baik untuk dirusak hal-hal semacam itu. Sy terlalu perhitungan kalau masalah kesehatan soalnya.hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alasan tmen mu sama dngan temnku juga. Wah peernah nyoba ya cank??

      Delete
    2. Hha iya.
      Soalnya sy ini sudah jadi perokok pasif gara2 teman2 sy yang memang dominan perokok. Apa lagi di kampus, dalam ruang kelas berAC pula biasanya. -___-"

      Jangan lagi deh ngerokok.

      Delete
    3. Heuuuu berarti yang banyak kmasukan asap itu yang pasif,ia kan chank?

      Delete
  32. Rio Ferdinad saja nyesl dirinya jadi bintang rokok Djarum Super, dia sedang dikecam di Inggris gara2 ini loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rio : aku juga uda baca bertanya mas

      @dimas : nah btul apa kata Dimas :)

      Delete
  33. Waalaikum salam,

    saya perokok mas, saya sedang mencoba mengurangi kosumsi rokok saya, saya dulu bisa sebungkus sehari, tapi sekarang berkurang paling 2 batang sehari, saya mensiasatinya dengan tidak pernah beli satu bungkus melainkan "ngeteng"

    ya walaupun belum berhenti tapi masih dalam tahap pemberentian lah, :D

    event ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!

    ReplyDelete
  34. untung ane bukan perokok..
    jadi amaannn hehehe :D

    ReplyDelete
  35. waaahh artikel yg menarik nih kang...
    mampir juga di blog saya ya kang sesama org sukabumi hehee :)

    ReplyDelete
  36. Wa'alaikumsalam

    miris yah sep :( kecil2 udah merokok. Dan parahnya, para perokok itu sebagian malah merasa berjasa karena income rokok memberikan andil besar untuk negara. Padahal, andil buruk dari segi kesehatan jauh lebih banyak daripada manfaat untuk negara ya sep :(

    ReplyDelete
  37. matur nuwun sudah diingetin kang Asep.. tapi saya tetap merokok kok hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehhe tapi yakin aku, kalo mas nggak sembarangan ngerokoknya ^^

      Delete
  38. artikel yang bagus. gambar yang penyakit rokok itu pernah saya temuin di rumah sakit kang. ternyata dampak negatif bagi perokok banyak banget ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alamdulillah kalo udah pernah lihat, ia bener banyak banget ^^

      Delete
  39. mengerikan sebetulnya..

    *anda menyentil saya untuk mengurangi rokok.. :)

    ReplyDelete
  40. setuju kang, komo deui upami aya jalmi nu ngarokok di lebet angkot. ngaganggu pisan. terus nu ngarokokna budak sakola deui, tambah keuheul we jadina. emang kedah aya penyuluhan ka desa-desa jigana mah. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tah eta kitu neng leres pisan..kade hati-hati oge kamamana nyandak masker bilih engkin aya di kaayaan anu penuh polusi. Nuhun ntos nganjang ^^

      Delete
  41. merokok sama aja membunuh diri sendiri secara perlahan XD
    katanya sih buat ngilangin stress, tapi kok caranya dengan bunuh diri pakai rokok ya ?
    bahasan yang nice Bang ^o^b
    terus dibahas ya masalah rokok, biar anak muda jaman sekarang pada sadar dan gak menyia-nyiakan hidup dan uang mereka untuk rokok...

    *maaf frontal ehehehe*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alamdulillah makasih ya? ia bener bakalan ngebunu secara perlahan....
      Sayangnya banyak yang enggak sadar, atau bisa dibilang pura-pura nggak sadar ^^

      Delete
  42. ikutan kompetiblog VOA ya..semuga sukses kayak si Una. diriku 'lolos' dengan sukses tapi tetep happy karena mang dr awal pny ide terkait dgn berita di VOA.kalau gak ta ikutin malah jd penasaran kan..

    Tentang penjualan rokok pada usia anak-anak dan dikenakan sanksi berat...hal ini masih sgt sulit diterapkan karena dibutuhkan pengawasan dan kontrol yg ketat dr pihak yg kompeten.

    Idealnya ya control dari masyarakat dan lingkungan sekitar agar lbh 'disiplin' terhadap pelaku perokok. faktanya kan tingkat permisif terhadap perokok sangat lebar sekarang..di tunjang dengan iklan rokok yang so interesting di media massa.

    Bukti lainnya, bahan event olah raga penyandang dananya [sponsor] di dominasi pabrik rokok tuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya kalo mnurutku pnerapan kedisiplinan tntang rokok benar ssangat sulit. Mungkin 98% orang d indo udah pasrah dngan keadaan seperti ini.

      Delete
  43. mgkn lg ngrasa ksepian kali sep, jd minta dtemenin ma sbatang rokok .. hohohoho

    ReplyDelete
  44. namun rokok juga menjadi penyumbang kas negara melalui cukainya...
    jd ini dilema....
    :P

    ReplyDelete
  45. Pembahasan ihwal rokok yang sangat lengkap. Makasih banyak ya, Sob. Kalau saya berhenti merokok sejak tahun 2004, dan hingga kini belum merokok lagi.

    ReplyDelete
  46. Waduh Serem juga ya bbuat Perokok BERAT

    ReplyDelete
  47. postingan yang menyentuh,,
    saya perokok yang masih selalu gagakl meninggalkan rokok..

    semoga angka perokok di negara kita semakin kecil, orang perokok seperti saya bisa segera bebas meninggalkan rokok..
    Kunjungan blogwalking.
    Sukses selalu..
    kembali tak lupa mengundang juga rekan blogger
    Kumpul di Lounge Event Blogger "Tempat Makan Favorit"

    Salam Bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa lepas dari rokok ya mas, saya doakan ^^
      Maksih juga udah berkunjung.

      Delete
  48. Wah serem amat ya..Kalo di iklan rokok tapi beda ya Kesannya kalo ngerokok jadi pemberani kuat sehat gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya yang di iklankan itu emosi aja :)

      Delete
  49. sebenernya sii gampang ajja.. tinggal mau atau gag buat ninggalin.. itu ajja.. lagi pula juga kenikmatan roko itu hanya illusi belaka (sambil ngepulin asep samsu :p*)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia cuma buat kata nggak mau dkalangan warga Indonsia itu bisa dibilang sangat mustahil :)

      Delete
  50. bagus mas inponya
    yang gue liat juga kebanyakan ngerokok itu karena tekanan dari pergaulan, setuju sama salah satu isi postingan penyebab rokok ..
    ayo anak muda (dan orangtua), berhenti ngerokok !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih EY :)
      memang betul menurutku kebanyakan dari pergaulan dan lingkungan :))

      Delete
  51. q jga gk ska yg nma'ny rokok...
    untung pa2 q dh hmpir 5 thunan gk ng'rokok
    jd bbas dri rkok
    ttapi tetep za...
    kdg d angkot ska da yg ngrokok
    bgi2 pnykit.. T T
    bnyk pria yg blom sdar...
    semoga bgi yg perokok itu sadar
    dan bisa membaca di bungkus rokok itu apa bahaya'ny rokok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikut seneng ya Des dengan keadaan papanya :)
      Ia semoga mereka sadar. Kalo soal yang tertera di bungkusnya mungkin itu hanya hiasan belaka :)

      Delete
    2. iyaa mksih...XDD
      klo perokok it brhnti'ny ats ksdrn sndri..
      klo dpksa2 ssah....
      sprti hal'ny pa2 q..XDD
      Aamiinnn
      yapz...gk ngruhh tlisan itu bwt perokok brat..>_<

      Delete
    3. Ia, dan untuk sadar sendiri itu sangat susah :)

      Delete
  52. Untung gak suka merokok,meskipun sekali-sekali pernah coba . . :D

    ReplyDelete
  53. postingan yang bagus tentang Indonesia Masih Ketergantungan dengan Rokok

    ReplyDelete
  54. Wow banyak banget komennya (y)
    Yah mau bagaimana lagi atulah, Indonesia tergantung pada rokok. Salah satu orang paling kaya di negeri kita juga kan pengusaha rokok. Banyak orang yang kerja di perusahaan rokok. Klo bisnis ini dimatiin dilema juga tuh pemerintah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indonesia memang dibuat ketergantungan hebat dari industri rokok. Entah mereka (masyarakat indonesia) sebenarnya sadar tentang bahaya rokok. Apa memang pura-pura tidak sadar. :D
      Nuhun

      Delete
    2. pastinya sadar, karena Indonesia bukan negara bodoh (:
      Tapi klo udah ketergantungan mah emang susah lepas. jadi ya terus aja hodup di lingkaran setan

      Delete
    3. Yup. Dan memang sepertinya masyarakat indonesia menyikapinya seolah itu adalah kewajaran, kewajaran yang membunuh perlahan-lahan.

      Delete
  55. Untung saya enggak ngerokok. Info bagus gan! Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah. Terima kasih juga. Salam kenal juga (:

      Delete
  56. kaya ngopi aja. Enak, tapi klo kebanyakan ga baik buat kesehatan. Tapi namanya juga enak & ketagihan, jadi terus aja dikonsumsi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bisa juga seperti itu. Kopi sebenarnya masih mendingan ya, kalo rokok? Ah sepertinya tidak usah dijelaskan.

      Delete
  57. Untungnya saya juga udah berhenti ngerokok daru setahun lalu.


    Salam kenal gan. Ditunggu kunjungan baliknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah saya ikut senang (:

      Salam kenal juga

      Delete
  58. Untung ayah saya sama adik saya bukan seorang perokok. Jadi dirumah aman tanpa asap. :D

    ReplyDelete
  59. Dari kecil gua nggak suka sama barang yang namanya rokok. Sampai saat ini gua juga nggak mau nyoba barang itu. Tetapi sangat disayangkan temen-temen gua hampir semuanya perokok. Termasuk yang yang ada di kantor tempat gua gawe juga. Rasanya hidup ini sesak. Penuh dengan orang-orang yang ngerokok.


    Btw keren tulisannya, gua salut. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah terima kasih mas. (:
      Yang penting masnya jangan ikut ikutan ngeroko ia nggak? (:

      Delete
  60. cara u/ mengurangi bahkan menghilangkan tapi cara ini agak mustahil yaitu tutup aja tuh pabrik2 rokok di Indonsia.Dan pasti orng2 ngomong "kalau di tutup,gimana nasib para buruhnya" hadeuhh -,- kalau ada yg ngomong kaya gitu bilang aja gini "emang yg ngatur + ngasih rezeki para buruh itu siapa ? pabrik rokok kah ? bukan kah yg memberi rezeki itu Allah,rezeki itu bukan cuma dari bikin rokok,asalkan kita mau ikhtiar + doa"

    "hampura nya sep komentarna rada emosi" >.<v

    ReplyDelete
  61. cara terkeren untuk mengurangi bahkan menghilangkan rokok di indonesia meskipun cara ini agak mustahil yaitu tutup aja semua pabrik rokok di Indonesia. wkwkwkw :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara yang sangat mustahil. Tapi setuju mas dengan semangatnya, Semoga bisa ditutup ya pabrik pabrik rokok (:

      Delete
  62. semua perokok tahu bahaya rokok. mereka jg tahu bahaya yg mengintai setiap saat. mulai dari membakar rokok sampe asap rokok itu menyebar kemana-mana. tp cm sampe "tahu" aja, tdk sampe "sadar". cara untuk menyadarkan sampe bener2 sadar itu yg dirasa msih sulit diterapkan.
    Info nya bagus,, lebih disebarkan kalo bisa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah saya setuju sama mbak Rosi. Mereka tahu, tetapi tidak sadar sama sekali. Dan sangat disayangkan sekali jika mereka berfikir seperti itu.(:
      Semoga banyak nge share tentang tema yang sama, tema yang sering dianggap sepele, tetapi sangat berpengaruh.

      Delete
  63. nya ari lmun teu ngebul mah sep rasana lain lalaki cnah ahahah

    ReplyDelete